• Kamis, 8 Desember 2022

Fenomena Langka, Danau Asin di NTB ini Melebihi Air Laut tetapi Indah dan Menarik Perhatian Para Peneliti

- Kamis, 24 November 2022 | 21:29 WIB
Ada danau asin di NTB melebihi air laut, fenomena langka tetapi indah dan menarik perhatian para peneliti. (Foto ilustrasi: Pixabay)
Ada danau asin di NTB melebihi air laut, fenomena langka tetapi indah dan menarik perhatian para peneliti. (Foto ilustrasi: Pixabay)

KLIKLABUANBAJO.ID| Ada danau asin di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki kadar asin melebihi air laut, fenomena langka yang menarik perhatian para peneliti dan ilmuwan di dalam dan luar negeri.

Letaknya di pulau kecil, pulau dan perairan sekitarnya memiliki luas 2.600 hektare (ha). Terdiri dari 453,7 ha berupa daratan dan 2.146,3 ha lainnya adalah perairan.

Baca Juga: Mengenal Suaka Margasatwa Gunung Tunggangan

Pulau ini terbentuk dari letusan gunung belasan ribu tahun silam. Gunung berapi itu disebutkan sebagai gunung api purba. Konon berusia lebih tua daripada Gunung Tambora, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pulau ini.

Dilansir dari Indonesia.go.id dalam artikel berjudul Uniknya Danau Asin Satonda, disampaikan bahwa Danau Satonda memiliki kadar asin melebihi air laut di sekitarnya dan menyebabkan hampir semua jenis moluska musnah.

Pulau Satonda letaknya di lepas pantai utara Pulau Sumbawa dan masuk dalam wilayah Kabupaten Dompu. Sekitar tiga kilometer dari Selat Sanggar di Laut Flores. Secara administratif berada di wilayah Desa Nangamiro di Kecamatan Pekat.

Baca Juga: Keindahan Panorama Alam Pulau Padar, Salah Satu Ikon Pariwisata Taman Nasional Komodo Labuan Bajo NTT

Pulau Satonda dan perairan sekitarnya memiliki luas 2.600 hektare (ha). Terdiri dari 453,7 ha berupa daratan dan 2.146,3 ha lainnya adalah perairan. Pulau Satonda terbentuk dari letusan Gunung Satonda, belasan ribu tahun silam. Gunung berapi Satonda disebutkan sebagai gunung api purba. Konon berusia lebih tua daripada Gunung Tambora, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pulau ini.

Pulau ini menarik perhatian para ilmuwan dan peneliti baik dari dalam maupun luar negeri, karena terkait dengan letusan fenomenal Gunung Tambora pada 15 April 1815 atau sebelum meletusnya Gunung Krakatau pada 1883.

Letusan Gunung Tambora mengguncang beberapa bagian dunia, memuntahkan debu, dan mencemari atmosfer bumi selama bertahun-tahun. Bahkan merobek lapisan ozon yang tipis.

Halaman:

Editor: Servatinus Mammilianus

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X