Tradisi Injak Telur, Inisiasi bagi Seorang Perempuan Jadi Anggota Keluarga Pria Setelah Sah Jadi Istri

- Minggu, 25 September 2022 | 08:01 WIB
Tradisi Padong di Manggarai NTT (Feliks Janggu)
Tradisi Padong di Manggarai NTT (Feliks Janggu)

KLIKLABUANBAJO.ID -- Injak Telur bagi pengantin baru merupakan tradisi unik di seputar perkawinan dalam budaya Manggarai Labuan Bajo NTT.

Setiap pengantin perempuan setelah diantar ke kampung suami, wajib menginjak telur sebagai meterai bahwa ia sah menjadi bagian dari keluarga suami.

Ada pun telur yang disediakan wajib menggunakan telur ayam kampung. Tidak ada penjelasan terkait hal ini, selain merupakan tradisi warisan orang tua.

Baca Juga: Mari Nikmati Keindahan Pasir Putih Pantai Repi Lembor Selatan, Labuan Bajo NTT

Selain Telur, ada daun bernama Ngelong dan daun Rempas, yang bertujuan untuk membersihkan segala kotoran.

Kotoran berkonotasi pada berbagai perilaku kedua mempelai selama hidup, dan agar memulai hidup baru saat bergabung menjadi anggota suku suaminya.

"Ngelong itu daun untuk mengelap kotoran, bau amis dalam tubuh," kata Nene Jira Jumat (23/9/2022) usai memegang Telur untuk diinjak pengantin baru Lalong dan Sari di Kampung Warsawe.

Baca Juga: Hera, Pantai Cantik di Lembor Selatan Labuan Bajo NTT

Saung Rempas juga sama, untuk mengibas kotoran. Rempas berarti mengebas, yang berfungsi menyingkirkan kotoran yang melekat pada mempelai.

Halaman:

Editor: Feliks Janggu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X