• Rabu, 5 Oktober 2022

Kisah Perarakan Patung Bunda Maria di Flores NTT, dari Larantuka Sampai ke Labuan Bajo

- Senin, 19 September 2022 | 11:24 WIB
Patung Maria Asumpta Nusantara Golo Koe Labuan Bajo (Grup WA Panitia Festival Golo Koe)
Patung Maria Asumpta Nusantara Golo Koe Labuan Bajo (Grup WA Panitia Festival Golo Koe)

KLIKLABUANBAJO -- Perarakan Patung Bunda Maria merupakan sebuah devosi yang cukup populer dipraktekkan Umat Katolik di seluruh dunia, termasuk di Pulau Flores, NTT.

Ada devosi kepada Bunda Maria yang digelar selama Pekan Suci di Larantuka, populer disebut Semana Santa. Devosi yang terawat sejak 500 tahun lalu, dan kini menjadi tujuan wisata rohani di NTT.

Tempat kedua ada di Konga, Kecamatan Titehena, juga masih di wilayah Flores Timur. Sama tuanya seperti Semana Santa di Larantuka, digelar pada Hari Paskah malam.

Baca Juga: Kesan Muslimah di Labuan Bajo Ikut Prosesi Patung Maria Asumpta Nusantara bersama Umat Katolik

Di samping Gereja, peran tetua suku dominan dalam penyelenggaraan prosesi Patung Maria Alleluya di Konga.

Di Kabupaten Sikka ada di wilayah Pantai Selatan, yakni di Kampung Sikka di Kecamatan Lela. Prosesi yang dikenal dengan nama Loghu Senhor.

Selain tiga tempat itu, tidak ada tradisi tua devosi kepada Maria di wilayah lain Flores. Yang terakhir, meski baru dirintis oleh Gereja Keuskupan Ruteng yakni prosesi Patung Maria Asumpta Nusantara Golo Koe Labuan Bajo.

Baca Juga: Antusiasme Umat Katolik Keuskupan Ruteng Ikuti Prosesi Patung Maria Asumpta Nusantara di Labuan Bajo

Prosesi ini digelar pertama kali pada  14 Agustus 2022, dan diagendakan akan digelar setiap tahun. Meski belum berakar pada tradisi masyarakat setempat, pelaksanaan perdana prosesi ini digelar cukup tertib dan meriah.

Halaman:

Editor: Feliks Janggu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X